Penyakit Ngorok
Pernah dengar ayam berbunyi ngorok, seperti pilek berat atau napas tersendat? Di dunia peternakan unggas, kondisi ini sangat dikenal dan sering bikin peternak pusing. Penyakit ini biasa disebut ngorok pada ayam atau dalam istilah medisnya CRD (Chronic Respiratory Disease).
CRD termasuk salah satu penyakit unggas yang paling sering menyerang ayam broiler maupun ayam petelur. Meski jarang menyebabkan kematian mendadak, penyakit ini bisa menurunkan performa ayam secara drastis, mulai dari pertumbuhan terhambat, produksi telur turun, hingga kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap, santai, dan informatif tentang penyakit ngorok pada ayam: mulai dari pengertian CRD, penyebab, gejala, cara penanganan, hingga tips pencegahan agar kandang tetap aman.
Apa Itu Penyakit Ngorok pada Ayam (CRD)?

CRD atau Chronic Respiratory Disease adalah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis pada ayam. Penyakit ini terutama disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum.
Sesuai namanya, CRD bersifat menahun (kronis). Artinya, penyakit ini tidak langsung mematikan, tetapi menyerang secara perlahan dan bisa bertahan lama di dalam tubuh ayam jika tidak ditangani dengan benar.
Yang bikin CRD berbahaya adalah:
- Mudah menular antar ayam
- Sering muncul bersamaan dengan penyakit lain
- Sulit sembuh total jika sudah parah
Karena itulah CRD sering dianggap sebagai penyakit langganan kandang ayam, terutama di sistem pemeliharaan intensif.
Penyebab Penyakit Ngorok pada Ayam
Penyebab utama CRD adalah bakteri Mycoplasma gallisepticum. Namun, dalam praktik di lapangan, penyakit ngorok jarang berdiri sendiri. Biasanya, CRD diperparah oleh berbagai faktor pendukung.
1. Infeksi Bakteri Mycoplasma
Bakteri ini menyerang saluran pernapasan ayam, seperti hidung, trakea, dan paru-paru. Mycoplasma sangat mudah menular melalui:
- Udara
- Percikan lendir
- Peralatan kandang
- Induk ke anak (vertical transmission)
2. Lingkungan Kandang yang Buruk
Kandang dengan ventilasi jelek adalah surga bagi CRD. Beberapa kondisi yang memicu penyakit ngorok antara lain:
- Amonia tinggi akibat kotoran menumpuk
- Kelembapan berlebih
- Debu kandang
- Sirkulasi udara tidak lancar
3. Stres pada Ayam
Ayam yang stres lebih rentan terkena penyakit. Stres bisa disebabkan oleh:
- Kepadatan kandang terlalu tinggi
- Perubahan cuaca ekstrem
- Pindah kandang
- Kekurangan pakan atau nutrisi
4. Infeksi Sekunder
CRD sering muncul bersamaan dengan penyakit lain seperti:
- ND (Newcastle Disease)
- IB (Infectious Bronchitis)
- Coryza (snot)
Kombinasi ini dikenal dengan istilah CRD kompleks, yang gejalanya jauh lebih parah.
Gejala Penyakit Ngorok pada Ayam

Gejala CRD bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dan umur ayam. Namun, ada beberapa tanda khas yang sering ditemukan di lapangan.
Gejala Awal
Pada tahap awal, gejala CRD sering tidak terlalu mencolok, seperti:
- Ayam terlihat lesu
- Nafsu makan menurun
- Pertumbuhan melambat
Gejala Pernapasan (Ciri Khas Ngorok)
Ini adalah gejala yang paling mudah dikenali:
- Ayam berbunyi ngorok saat bernapas
- Bersin-bersin
- Napas megap-megap
- Keluar lendir dari hidung
Pada malam hari, suara ngorok biasanya terdengar lebih jelas karena suasana kandang lebih tenang.
Gejala Lanjutan
Jika tidak segera ditangani, CRD bisa berkembang menjadi:
- Mata bengkak atau berair
- Kepala tampak membesar (sinusitis)
- Ayam sering membuka paruh saat bernapas
- Kematian meningkat (meski tidak mendadak)
Dampak pada Produksi
Pada ayam petelur, CRD bisa menyebabkan:
- Produksi telur turun drastis
- Ukuran telur mengecil
- Kualitas kerabang menurun
Dampak Kerugian Akibat CRD
Meski jarang menyebabkan kematian massal, CRD tetap sangat merugikan secara ekonomi.
Beberapa kerugian akibat penyakit ngorok pada ayam antara lain:
- Pertumbuhan ayam broiler tidak optimal
- FCR (Feed Conversion Ratio) memburuk
- Waktu panen lebih lama
- Biaya pengobatan meningkat
- Produksi telur turun
Dalam skala besar, CRD bisa menyebabkan kerugian jutaan hingga puluhan juta rupiah jika tidak dikendalikan dengan baik.
Cara Mengatasi Penyakit Ngorok pada Ayam
Penanganan CRD tidak bisa asal-asalan. Karena sifatnya kronis, pengobatan bertujuan untuk menekan gejala dan mencegah penyebaran, bukan sekadar menyembuhkan cepat.
1. Pemberian Obat CRD
Beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan untuk mengatasi CRD antara lain:
- Tylosin
- Tiamulin
- Doxycycline
- Oxytetracycline
Obat biasanya diberikan melalui:
- Air minum
- Pakan
โ ๏ธ Catatan penting: Penggunaan antibiotik harus sesuai dosis dan aturan pakai agar tidak menimbulkan resistensi.
2. Kombinasi dengan Vitamin dan Multivitamin
Selain antibiotik, ayam juga perlu dukungan nutrisi, seperti:
- Vitamin A (untuk kesehatan saluran pernapasan)
- Vitamin C (mengurangi stres)
- Vitamin E (meningkatkan daya tahan tubuh)
Pemberian vitamin membantu proses pemulihan ayam menjadi lebih cepat.
3. Perbaikan Manajemen Kandang
Pengobatan tanpa perbaikan kandang akan sia-sia. Pastikan:
- Ventilasi kandang baik
- Kadar amonia rendah
- Kandang rutin dibersihkan
- Kepadatan ayam sesuai standar
4. Pisahkan Ayam yang Sakit
Jika memungkinkan, lakukan isolasi pada ayam yang sudah menunjukkan gejala berat agar tidak menular ke ayam sehat.
Cara Mencegah Penyakit Ngorok pada Ayam
Mencegah selalu lebih murah daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan CRD yang bisa diterapkan di kandang.
1. Biosekuriti yang Ketat
Biosekuriti adalah kunci utama pencegahan penyakit unggas. Beberapa langkah sederhana:
- Semprot disinfektan secara rutin
- Batasi keluar-masuk orang ke kandang
- Gunakan alas kaki khusus kandang
2. Manajemen Kandang yang Baik
Pastikan kondisi kandang selalu nyaman:
- Suhu stabil
- Ventilasi lancar
- Kelembapan terkontrol
3. Pemberian Vitamin dan Imunostimulan
Pemberian vitamin secara berkala membantu menjaga daya tahan tubuh ayam agar tidak mudah terserang CRD.
4. Program Vaksinasi
Meski vaksin CRD tidak selalu tersedia secara luas, vaksin penyakit pernapasan lain seperti ND dan IB sangat penting untuk mencegah infeksi kompleks.
Perbedaan CRD dengan Penyakit Pernapasan Lain
Banyak peternak pemula sering bingung membedakan CRD dengan penyakit lain. Berikut gambaran singkatnya:
- CRD: ngorok kronis, menahun, jarang kematian mendadak
- ND: gejala saraf, kematian cepat
- Coryza: bau busuk, lendir kental di hidung
- IB: penurunan produksi telur mendadak
Memahami perbedaan ini penting agar tidak salah penanganan.
Peran Obat dan Vitamin dalam Mengatasi CRD
Dalam penanganan penyakit ngorok pada ayam, obat CRD saja tidak cukup. Dibutuhkan kombinasi antara obat yang tepat dan vitamin pendukung agar pemulihan berjalan optimal.

Obat CRD: Menekan Infeksi
Obat CRD berfungsi untuk menekan dan menghambat perkembangan bakteri penyebab penyakit, khususnya Mycoplasma gallisepticum. Penggunaan obat yang tepat dapat:
- Mengurangi suara ngorok
- Memperbaiki pernapasan ayam
- Menekan penyebaran penyakit di kandang
Namun perlu diingat, obat bekerja paling efektif jika diberikan sejak gejala awal muncul dan disertai perbaikan manajemen kandang.
Vitamin dan Suplemen: Mempercepat Pemulihan
Vitamin dan suplemen berperan sebagai pendukung daya tahan tubuh ayam. Pada kasus CRD, vitamin membantu:
- Mempercepat proses penyembuhan
- Mengurangi stres akibat penyakit
- Meningkatkan nafsu makan
- Memulihkan performa produksi
Vitamin yang umumnya dibutuhkan ayam saat terserang CRD antara lain vitamin A, C, E, serta multivitamin yang mengandung mineral esensial.
Kenapa Kombinasi Obat dan Vitamin Itu Penting?
Banyak kasus di lapangan menunjukkan, ayam yang hanya diberi obat tanpa vitamin sering:
- Sembuh lebih lama
- Mudah kambuh
- Performanya tidak kembali maksimal
Sebaliknya, penggunaan obat CRD yang dikombinasikan dengan vitamin unggas berkualitas membantu ayam pulih lebih cepat dan menekan kerugian peternak.
Tips Memilih Obat dan Vitamin CRD yang Tepat
Agar hasil penanganan maksimal, berikut beberapa tips memilih produk obat dan vitamin CRD:
- Pilih produk yang khusus diformulasikan untuk penyakit pernapasan unggas
- Mudah larut dalam air minum
- Aman digunakan sesuai dosis
- Diproduksi oleh produsen terpercaya
Produk yang tepat bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan ayam dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Penyakit ngorok pada ayam atau CRD (Chronic Respiratory Disease) adalah masalah serius yang sering terjadi di peternakan unggas. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan, menyebar dengan cepat, dan bisa menurunkan performa ayam secara signifikan.
Penanganan CRD yang efektif tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga harus didukung oleh pemberian vitamin unggas serta manajemen kandang dan biosekuriti yang baik. Kombinasi inilah yang membantu ayam pulih lebih cepat, menekan risiko kambuh, dan menjaga produktivitas ternak.
Dengan pemilihan obat dan vitamin CRD yang tepat, peternak tidak hanya mengatasi masalah hari ini, tetapi juga berinvestasi pada kesehatan kandang di masa depan.
Semoga artikel ini membantu menambah wawasan dan menjadi panduan praktis bagi peternak ayam di lapangan. Jika kandang sehat, ayam pun produktif, dan usaha ternak bisa berjalan lebih maksimal.











Leave a Reply